MENDONGENG, MANFAAT DAN CARANYA

Posted: September 21, 2010 in Tips & Trik

“Pada jaman dahulu…” kata tersebut biasa menjadi pembuka pintu ke dunia dongeng, tempat yang memungkinkan semua hal terjadi, tempat bebas untuk berimajinasi.

Dongeng atau cerita penting dalam dunia anak. Dengan bercerita, kita bisa  menyampaikan nilai moral kepada anak. Cara ini biasanya lebih efektif daripada anak dinasehati terus-menerus atau bahkan dilarang ini dan itu. Selain itu, manfaat lainnya adalah:

v Dongeng mengajarkan anak untuk berkomunikasi-bagaimana mendengarkan orang lain. Juga bagaimana berbicara, ketika merespon atau menjawab pertanyaan pendongeng.

v Dongeng mendorong anak untuk belajar menganalisa dan berekspresi.

v Dongeng memberikan pengalaman berbahasa kepada anak. Dengan membaca dongeng yang berbeda, anak bisa belajar kata-kata baru.

v Dongeng membantu anak memahami dunia mereka dan membagikannya dengan orang lain.


TIPS MENDONGENG

Memulai Mendongeng

Anda bisa mulai mendongeng dengan berbagai gaya. Misalnya dengan:

v Menyebutkan judul kisah. “Ibu/Ayah akan bercerita tentang “Malin Kundang”.

v Langsung bercerita dengan menggunakan kata-kata “Pada suatu hari/Suatu ketika/Jaman dahulu/…”

v Mengajak anak terlebih dahulu menceritakan pengalaman mereka yang terkait dengan tema cerita. Contohnya, kisah tentang anak durhaka, Malin Kundang. Anda bisa bertanya kepada anak-anak tentang perasaan mereka kepada orang tua, apakah mereka pernah marah-marah, tidak patuh, berani melawan orang tua dan sebagainya.

v Jangan mulai sebelum anak siap dan memperhatikan anda-kecuali anda cukup percaya diri dengan gaya cerita anda, yang akan menarik perhatian mereka.

Suara

Suara berperan penting dalam bercerita.  Sebagian orang bercerita dengan suara monoton sehingga kurang menarik perhatian pendengarnya.

v Bicaralah dengan volume yang pas. Tidak terlalu keras atau pelan.

v Gunakan suara berbeda untuk tiap karakter. Buat suara dengan volume berbeda, tinggi/rendah/sedang/lembut/kasar/… Atau dengan tempo berbeda, cepat/sedang/lambat/… Juga bisa dengan gaya riang/sedih/lesu/marah/…

v Jeda. Gunakan saat jeda untuk berinteraktif dengan anak. Anda bisa meminta anak menebak apa yang akan anda katakan. Atau bertanya apa yang akan mereka lakukan jika berada dalam situasi pada cerita tersebut.

Gerakan Tubuh

Gerakan tubuh juga mendukung dalam bercerita. Apalagi jika anda bercerita secara langsung yang memungkinkan anda bebas bergerak, dibandingkan dengan membaca.

v Gerakan tubuh bisa digunakan untuk menggambarkan apa yang dilakukan tokoh cerita. Misalnya, anda bisa mendekatkan tangan pada telinga dan gerakkan mata anda kemudian berkata, “Dia sedang mendengarkan sesuatu.”

v Perankan tokoh sesuai dengan cirinya. Misalnya untuk tokoh ibu tua, anda bisa berjalan dengan agak membungkukkan badan dan bersuara dengan tempo lambat dan volume pelan.

v Libatkan anak, misalnya dengan menyentuh mereka-seakan mereka adalah lawan bicara tokoh tersebut.

v Sesekali, tataplah wajah anak beberapa detik-jangan hanya melihat sehingga anak merasa diperhatikan.

Interupsi

Ada saat dimana anak merasa bosan atau kurang memperhatikan. Di saat itu, anda bisa

v Melakukan gerakan tertentu secara tiba-tiba. Misalnya berdiri atau berjalan di dekat anak.

v Bertanya kepada anak, apa yang akan mereka lakukan pada situasi tertentu dalam cerita.

v Buat gurauan, kalau bisa yang terkait dengan cerita.

v Jatuhkan buku cerita Anda. Biarkan beberapa detik untuk menarik perhatian anak. Ambil kembali buku anda-tanpa ekspresi jengkel-dan lanjutkan bercerita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s